MEJEMBATANI CGP MENUJU SUKSES LOKAKARYA 1

 



Foto : Kolase Pendampingan Individu 0


Pemimpi vs Pemimpin adalah titik tekan yang memulai kiprah pasti Calon Guru Penggerak yang untuk selanjutnya saya sebut CGP, menuju pada terwujudnya peran mereka selaku transformer pendidikan. 

Seusai mengikuti kegiatan Lokakarya Perdana pada tanggal 20 Oktober 2021, maka sebelum tanggal 20 November 2021, dilakukan Pendampingan Individu 0.

Pelaksanaan Pendampingan Individu 0 ini Pengajar Praktik, yang selanjutnya saya sebut PP, dibuat kesepakatan jadwal dengan CGP, dengan ketentuan sbb:

  1. Dilaksanakan diluar jam pembelajaran
  2. Sehari PP hanya bertemu satu CGP.
  3. Lokasi Pendampingan Individu di Satpen CGP
  4. Pelaksanaan Pendampingan Individu  dilaksanakan 4 JP @45 menit

Pendampingan Individu 0 dilakukan sejak tanggal 15 November s.d 19 November 2021 dengan jadwal sbb :
  1. 15 November 2021 , dengan CGP Tri Lestari, S.Pd di SMAN I Slogohimo.
  2. 16 November 2021 dengan CGP Andri Asmoro, S.Pd di SMPN 2 Slogohimo.
  3. 17 November 2021 dengan CGP Retno Widiyanto, S.Pd di SMAN I Wonogiri.
  4. 18 November 2021 dengan CGP Umi Fauziah, S.Pd di SMAN 2 Wonogiri.
  5. 19 November 2021 dengan CGP Wiji Suprihatin, S.Pd di SMPN 1 Jatiroto.

Pendampingan Individu 0 dalam pelaksanaanya seperti yang terjabar pada simulasi, modul dan LMs, sbb :

  • Bagian Permulaan

  1. Pendamping/ pengajar praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak. hadir saya ke tempat 5 CGP disambut baik, meski ada yang tidak dapat bertemu langsung dengan KS, dikarenakan ada tugas lain. namun dipersiapkan dengan baik segala sesuatunya, dan Alhamdulillah CGP dalam kndisi baik dan senyum bahagia.
  2. Pendamping/Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir dan hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan tersebut . dari pertanyaan ini, masing masing berbeda jawabannya. namun secara umum mereka menjawab mendapatkan dimensi sikap yang mulai ada perubahan. 
  3. Pendamping/Pengajar Praktik mengapresiasi karena telah melakukan pembelajaran daring di bulan pertama. CGP justru ada yang sedikit kaget, baru menyadari ternyata sudah hampir 1 bulan keikutsertaan mereka. CGP lain merasa terus bersemangat dan ingin segera mendapat materi lain. 
  4. Pendamping/Pengajar Praktik menanyakan bagaimana dukungan dari ekosistem sekolahnya. Dukungan dari ekosistem sekolah, baik ks, teman guru, tenaga kependdikan semua .
  • Bagian Inti Pendampingan

  1. PP menjelaskan  tujuan khusus pendampingan 0. Hal ini perlu disampaikan agar CGP tidak dalam kebingungan, karena CGP ada yang berpikir akan ada ujian atau tes yang diberikan PP.
  2. PP mengajak diskusi tindak lanjut hasil lokakarya 0 terkait harapan, kekhawatiran, dan dukungan yang diberikan khususnya dari ekosistem sekolah, diantaranya terkait pembelajaran daring selama 1 bulan, bagaimana harapan dan kekhawatiran CGP yang berisi kekhawatiran yang sebelumnya diresahkan, juga harapan yang sudah terwujud. Selanjutnya juga menanyakan dukungan yang diberikan oleh kepala sekolah CGP saat  melakukan pembelajaran daring di LMS. Hasilnya, secara umum  hasilnya akan disampaikan pada penjabaran berikutnya.
    1. Diskusi tindak lanjut hasil pembelajaran daring terkait implementasi perubahan di ruang kelas sesuai pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang: 
      • Perubahan  yang CGP lakukan di ruang kelas agar selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Hasil pendampingan Individu 0, ke 5 CGP yang saya dampingi, mengalami perubahan pola pikir yang berjenjang. ada yang sudah kompleks hingga berpengaruh pada perilaku, ada yang masih pada pemahaman saja.
      • Pembelajaran apa yang CGP dapatkan dari modul Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang mendorong CGP melakukan perubahan tersebut. Pembelajaran yang berpihak pada murid, serta fungsi guru.
      • Bagaimana respon peserta didik CGP atas perubahan yang dilakukan dan bagaimana CGP melihat respons tersebut. Dari 5 CGP yang saya dampingi, peserta didik merasakan kebahagiaan dengan pola mengajar guru sekarang, meskipun belum terukur secara signifikan
      • Apa hal yang sudah baik dari perubahan tersebut dan apa saja yang perlu diperbaiki ke depannya oleh CGP. Yang sudah baik adalah semangat saling mensuort dan melakukan perubahan dengan upaya sadar.
      1. Diskusi dilanjutkan tindak lanjut mengenai perbaikan atau rencana setelah pendampingan, yakni  apa hal yang akan CGP lakukan/ rencanakan setelah pendampingan ini terkait perubahan praktik pembelajaran di kelas sesuai dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Mayoritas CGP masih mencari formula yang tepat untuk mengkonkretkan aksi nyata tersebut, tentu saja dengan difasilitasi pengajar praktik dan fasilitator andal, pak Firdaus.

        • Bagian akhir Pendampingan
        Usai dilakukan pendampingan Indovidu 0, saya bertanya pada CGP yang keren ini, terkait 

        1. CGP melakukan refleksi terhadap proses pendampingan 0 yang meliputi: Pembelajaran atau ide baru yang CGP dapatkan setelah sesi pendampingan ini 0.
          1. Dari Bu Tri Lestari, mendapatkan inisiatif untuk mendalami IT guna menunjang pembelajaran interaktif di kelas.
          2. Dari Pak Andri asmoro mendapatkan kematangan konsep yang akan segera dikonkretkan.
          3. Dari pak Retno Widianto didapatkan refleksi, bahwa jika sudah dilakukan perilaku baik, maka harus dikembangkan dan jangan mudah puas.
          4. Dari Bu Umi Fauziah, refleksi pendampingan Individu 0 yakni meyakini ternyata selalu ada solusi atas segala kendala yang dihadapi, jika mau terbuka.
          5. Dari bu Wiji Suprihatin refleksi yang didapatkan, pelajaran bahasa inggris yang menjadi mapel yang diampu, memiliki peluang besar untuk berkolaburasi dengan mapel lain baik serumpun maupun tidak serumpun.
          1. PR yang masih disisakan adalah kemahiran dalam berselancar di LMS

          berikut aksi nyata yang sempat terekam diantara yang lain

          AKSI NYATA :


          Posting Komentar

          emo-but-icon

          follow us !

          Trending

          item