RUMUS MENGAJARKAN BERBAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA /SISWA ASING (Praktik Pada Mahasiswa Jepang)

Berbahasa Indonesia, adalah keterampilan menggunakan bahasa Indonesia, secara baik dan benar. Kata yang dicetak tebal, lebih menekankan pada fungsi penggunaan. Bahasa indonesia memiliki ragam fungsi. Dalam kedudukannya, bahasa Indonesia menduduki fungsi bahasa Nasional dan Bahasa Negara.

Bahasa Indonesia didalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional, berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, indentitas Nasional, alat perhubungan antar warga, antar daerah dan antar budaya, serta alat pemersatu antar suku, antar budaya dan sebagai bahasa di Nusantara.

Sedangkan Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, fungsi fungsinya sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa untuk pengantar pendidikan, alat perhubungan level nasional , alat pengembangan kebudayaan, pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Bagi mahasiswa asing yang menempuh perkuliahan di Indonesia, diwajibkan menempuh mata kuliah Bahasa Indonesia. Begitu juga dengan siswa asing yang melakukan pertukaran, wajib mengikuti mata pelajaran bahasa Indonesia. Bagi siswa sejenjang SMA dan sederajat, kurikulum yang digunakan sama dengan permendikbud no 37 tahun 2018, namun untuk siswa asing ditekankan pada aspek keterampilan dan sikap. 

Bagi mahasiswa asing, apabila ingin mengambil jurusan bahasa Indonesia, maka ia harus mengambil seluruh mata kuliah yang ada di kurikulum yang berlaku di fakultas tersebut. Namun apabila ia mengambil mata kuliah lain, maka bahasa Indonesia adalah prasarat untuk kemudahan berkomunikasi dengan mahasiswa atau dosen di lingkungan tersebut. Maka kompetensi yang wajib dimiliki adalah kompetensi keterampilan berbicara.

Dalam Jurnal karya Jimat Susilo di https://www.fkip-unswagati.ac.id/ejournal/index.php/deiksis/article/view/232. Menuliskan dalam abstraknya bahwa: 



“Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama atau bahasa ibu, pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua selain bahasa ibu, dan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Untuk kelompok ketiga, yaitu pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing biasa disebut sebagai pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA).”


Pada bagian ke tiga jurnal diatas, pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing bagi penutur asing, inilah yang menjadi fokus pada artikel yang akan kita bahas saat ini.

Hal mendasar yang harus dikuasai mahasiswa atau siswa penutur asing adalah 

1. Perkenalan (identitas)

2. Kata tanya dan perintah

3. Kalimat tanya dan kalimat perintah

4. Mengenal warna dasar

5. Warna

6. Tempat 

7. Makanan 

8. Nilai uang 


Kemendikbud sudah menyiapkan laman daring untuk materi, yang dapat diunduh di https://bipa.kemdikbud.go.id/bahanuji/berkenalan/.  Materi dasar yang disampaikan adalah perkenalan, dapat dilihat pada gambar berikut:Mengajar Asyik Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing





Gambar 1 : Perkenalan :

Sumber:https://bipa.kemdikbud.go.id/bahanuji/berkenalan/


Bedasarkan pengalaman penulis saat mengajar mahasiswa asing, ada beberapa rumus yang jadi pedoman pengajar bagi penutur asing :

1. HARAM hukumnya dilakukan bagi dosen atau pengajar yaitu menggunakan bahasa lain selain bahasa Indonesia, saat mengajar atau berinteraksi dengan mereka.

2. Wajib menggunakan pola berbahasa yang lengkap seperti bahasa tulis, bukan bahasa lisan. Hal ini bertujuan agar penutur asing tidak mengalami ultitafsir. Contoh kesalahan penggunaan pola bahasa tidak lengkap:

Pengajar : awas  bisa! (maksudnya memberitahu jika ular yang didekat penutur asing ada bisa atau racunnya)

Jika hal tersebut dilakukan, maka penutur asing akan berpikir bahwa kata bisa adalah dapat. Dan ia tidak menyadari bahwa kalimat imperatif tersebut larangan. Yang terjadi dapat saja penutur asing memegang ular karena dapat atau boleh dipegang. Nah kalu terjadi akan fatal bukan?

3. Gunakan kosa kata yang tidak memiliki makna ganda. Contoh :

a. Bisa : dapat

b. Bisa (racun) : Racun

c. Aku                : Saya (antisipasi pada yang lebih senior)

d. Kamu         : Anda (antisipasi pada yang lebih senior)

e. dst

4. Perkenalan yang disarankan :

benar

salah

Kenalkan, nama saya Abdullah, saya berasal dari Wonogiri, Saya adalah siswa di SMAN I Purwantoro. Senang bertemu dengan Anda !

Hai, saya Abdullah dari Wonogiri, saya belajar di SMAN I purwantoro




Gambar 2 : perkenalan mahasiwa Aoi, Kazuyo, Koichi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

 (muncul salah persepsi, bahwa kata saya artinya abdullah, Abdullah telah melakukan perjalanan dari Wonogiri, dan Abdullah sedang belajar di SMA purwantoro, belum tentu siswa di SMA purwantoro).

5. Diperbolehkan menggunakan gesture (gerak tubuh ) yang tidak berlebihan, untuk memahami makna kata atau kalimat.

6. Berbicaralah secara perlahan dan gunakan model atau media di sekitar.

7. Materi lengkap dapat diunduh pada Channel Youtube uusabdullah pada link : 


Berikut akan disampaikan contoh mengajarkan warna pada penutur asing yang telah penulis lakukan pada Kasuyo, Koichi, dan Aoi (mahasiswa jepang):

1. Memperkenalkan diri sebagai guru mereka.

2. Menanyakan nama mereka, berikut agar berkesan, menggunakan gerakan untuk memberikan kesan saat bertemu.

3. Menyampaikan beberapa kata tanya dasar. Kata tanya yang dilatihkan , apa, siapa, mengapa, dimana, darimana, bagaimana, untuk apa, 

4. Menyampaikan beberapa kalimat tanya mendasar untuk perkenalan. Contoh : Mengapa Anda makan, siapa nama Anda, dst

5. Jangan menguasai kelas, tapi lakukan interaksi yang menyenangkan dengan mereka.


Kalimat yang sederhana yang dilatihkan pada penutur asing adalah :

1. Nama saya Koichi

2. Saya berasal dari Nagoya

3. Saya menyukai makanan sate

4. Saya mahasiswa jurusan bahasa Indonesia.

5. Hari ini saya makan pagi pukul 9 WIB.

6. Kemarin saya mulai tidur pukul 21 WIB.


Demikian sedikit paparan yang dapat penulis berikan sekadar berbagi pengalaman mengajar mahasiswa asing. Ingat bahwa siapapun dari belahan dunia manapun, WAJIB menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa perhubungan antar warga negara, tidak terkecuali mahasiswa atau pelajar asing, wajib mengikuti mata kuliah atau mata pelajaran bahasa Indonesia serta menggunakan dalam kehidupan sehari-hari. 




Related

SEKOLAH 4383487053282986425

Posting Komentar

  1. Tidak banyak yang mampu menuliskan pengalamana praktek di kelas dan lalu menyuarakannya ke publik dengan balutan konsep dan prinsip pembelajaran bahasa yang tepat, dan mudah diterapkan. Ini tulisan yang bagus tentang pembejalaran bahasa Indonesia untuk penutur bahasa Jepang. Sangat Menginspirasi.

    BalasHapus

emo-but-icon

follow us !

Trending

item