20 HARI MENJADI PENYINTAS COVID-19






Berkisah tentang Coprona rasanya bukan hal yang baru lagi saat ini. rasa bosan dengan adanya berbagai pembatasan baik pekerjaan, perilaku, sampai aktivitas pribadi sudah semakin sempit peluangnya. makin kencang saya berlari menjauh, seakan virus itu makin kencang juga mengejarku. 
Ledakan jumlah korban Covid di Kabupaten Wonogiri, makin hari makin tinggi. hampir setiap hari ada kabar di group WA yang berbunyi Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. dimulai dari orang yang saya tidak mengenal, orang yang pernah melihat, sampai pada kabar sahabatku yang terbaik harus Kau jemput tersebab Corona.
Oh ya sebelum saya bercerita, saya sudah Vaksin 2 x dan sudah memiliki Serifikat ya.
Pada kisahku kali ini akan kukisahkan perjalananku berperang melawan Covid 19.
Bermula pada hari Jumat sore tanggal 25 Juni tenggorokan saya terasa gatal. Aku tidak berpikir bahwa itu adalah gejala awal virus itu mulai memasuki tubuhku. Hal yang sangat diaklumi saat menjelang menstruasi, saya sering mengeluhkan badan berasa berat, masuk angin dan pusing. namun yang kurasakan bukan itu, tetapi tenggorokan SEDIKIT gatal dan flu kering. Saya masih meyakini saya tidak terpapar Covid-19. Hal itu disebabkan saya hampir tidak melepas masker kecuali saya pas makan, saya setiap pulang dari bekerja, mengutamakan mandi sebelum masuk kamar atau berinteraksi dengan keluarga. Saya sudah Vaksin bahkan sudah 2 x vaksin dan keduanya hampir tidak ada dampak yang mengkhawatirkan, saya juga tidak memiliki penyakit bawaan atau penyerta. Berdasar keyakinan tersebut saya meminum obat yang tersedia di rumah dan badan terasa lebih enak lagi, minimal sudah tidak gatal banget tenggorokan saya. 
Sabtu 26 Juni 2021 tenggorokan gatal, gemreges dan mulai flu mulai datang tapi kalau diprosentase mungkin hanya 20 % gejalanya dari 100 % disebut batuk dan flu.
Minggu 27 Juni 2021 periksa dokter dan diberi obat batuk serta flu sambil menunggu perkembangan untuk antigen atau PCR . Penciuman masih bagus. Dokter belum menyarankan untuk Antigen, karena baru bergejala.  dan ternyata benar, pada hari 
Senin 28 Juni batuk berkurang flu juga berkurang. Panas 37.3. Untuk tindakan preventif, saya gunakan waktu untuk istirahat di rumah.
Alhamdulillah pada hari Selasa 29 Juni penciuman tajam masih kuat, pengecap masih bagus, tidak batuk tinggal flu. Tidak panas. 
Pada hari Rabu 30 Juni 2021 tiba-tiba kurasakan indra pengecap hilang, penciuman hilang semua hambar tak tersisa. Bergegas aku melakukan Swab Antigen, dan hasilnya REAKTIF garis tajam dan garis tipis. Saat itu juga saya langsung memberitahukan pada keluarga dan langsung melakukan ISOMAN (Isolasi Mandiri). 

Gambar 1 : Hasil Swab Antigen 1


 


Perjalanan itupun dimulai.........


Malam saya merasakan agak sesak nafas dan meriang seluruh tubuh. Gejala tersebut saya sikapi dengan kekhawatiran menghitung waktu. semakin aku khawatir, aku semakin merasa sesak nafas dan makin tidak nyaman di badan (keringat dingin)


Kamis 01 Juli penciuman masih belum bisa, indra pengecap hanya bisa merasakan asin dan manis  dengan prosentasi 05 % dari 100 %. Malam hari merasakan nyeri di dada dan sakit nyesek (engap) tapi bukan sesak nafas. Saya mendapatkan saran dari teman saya Anindiyta, dosen dosen IAIN Salatiga, bahwa hal yang tidak boleh dilakukan saat terpapar adalah kekhawatiran berlebihan dan emosi yang tidak stabil. Setelah mendapat nasihat itu aku mulai menonton tayangan film dan youtube yang menyenangkan. Film Korea, Film Laga, Film Komedi, video pembuatan makanan yang aku suka, hingga membaca novel. 


Jumat 02 Juli 2021 Juli bapil berkurang. Gejala batuk akan muncul jika diuap . Kondisi penciuman dan pengecap belum ada perunahan. Masih blm bisa membau dan masakan hambar. Nafsu makan turun tapi saya paksa dengan memakan apapun yang terlintas di benak saya, meskipun saat eksekusi rasanya tetap hambar. 

Oh ya tanggal ini aku dah dapat vitamin D dan vitamin nuvit serta invermectin . Dan aku merasa sore lebih baik. Dadaku tidak senyeri tadi malam akupun baru pertama merasakan tidur pulas sejak terpapar covid. 


Sabtu 03 Juli 2021

Pagi bangun lebih segar . Makan sudah mulai terasa ada rasanya meski masih tidak berbau. Badan pegal-pegal, rasnya berat dan kaku. Ya maklum tidak kemana-mana dan ISOMAN itu di psikis bikin drop. Pukul 12.30 WIB aku merasa badan meriang lagi. Cek suhu hanya 36,8. Tapi rasanya gak nyaman. Aku pakai istirahat saja. Krn swmua obat sdh masuk. Malam minggu kepalaku sakit sekali , dipijit tidak sembuh . Akhirnya dipaksakan minum obat paramex. 


Minggu 04 Juli 2021

Setelah rutinitas berjemur, sarapan, minum obat, jamu, penguapan dll. Perkembangan hidung kanan sudah mulai bisa membau, minyak kampak. Hidung kiri sama sekali blm bs membau. Pusing sempat saya alami satu jam lebih, tapi bukan sakit kepala. 


Senin 05 Juli 2021

Bangun tidur rasanya engap . Agak nyesek. Langsung berjemur sambil sarapan dan minum obat.(vitamin) Lanjut penguapan. Penguapan yang saya lakukan adalah merebus air sampai mendidih di panci kecil, menuangkan minyak kayu putih, serta menghirup uapnya selagi panas. Efek yang timbul adalah langsung batuk dan keluar lendir dari tenggorokan maupun hidung. Setelah itu merasa capek bgt aku tidur sampai duhur tiba.  Bangun tdr masing nyesek lagi (bukan sesak nafas) aku pakai upenguapan lagi plus olah raga ringan di kamar.

Berbicara Indra penciuman sudah menambah sensitivitasnya namun nafsu makan masih rendah. Sampai jam 15.00 WIB  masih nyesek. Tetap ikhtiar doa dan olah raga juga minum vitamin tampaknya ini puncaknya.


Selasa 06 Juni 2021 ini hari ke 7 ISOMAN ku, aku mulai bersahabat dengan ritme ini tanpa terpaksa . Bangun pagi, olah raga ringan dan segera sarapan dan minum vitamin;

  1. VIT D Dosis 1000
  2. Envafit
  3. Madu dan lemon
  4. Parasetamol (masih gemreges)

Siang hari kepala sakit hebat lagi, ditambah resep minum  Asam mefenamat 3x1 tab, Pukul 14.30 minum ivermectin , Pukul 16.00 minum enervon c Kepala masih sakit tapi tak sehebat tadi siang.


Rabu 07 Juli 2021 . Alhamdulillah tidak mengalami sesak nafas lagi. Kondisi badan lebih bugar. Vitamin dan penguapan serta prouning berjemur tetap dilakukan. Tak ada sakit kepala atau sesak nafas maupun batuk. Pukul 14 minum air degan, madu dan garam. Sore menjelang mengunyah bawang kating. Oh ya teknis makan bawang kating, setelah mengunyah bawang , diamkan selama 20 detik, baru minum air putih.


Kamis 08 Juli 2021 bangun subuh setelah sholat langsung senam ringan, kumur air garam , sarapan, minum vitamin dan berjemur. Penciuman sudah kembali 60 % tak ada lagi sesak nafas, dan masih ada sakit kepala 30 %. Tidurku mulai lelap dan makan bisa merasakan asin serta pedas.


Jumat 09 Juli 2021 (hari terakhir ISOMAN) 

Bangun tidur masih ada sedikit batuk, setelah minum madu lemon dan air jangan serta penguapan, biasanya reda. Hal yang masih dikeluhkan adalah nyeri dada kiri tembus sampai punggung. Siang hari aku meakukan Swab Antigen dan Hasil antigen NEGATIF.



Gambar 2 : Hasil Swab Antigen 2


Dokter menyampaikan jika sudah 10-14 hari ISOMAN maka tak perlu PCR, cukup Antigen. saya percaya, karena masa inkubasi virus sudah lewat. Namun untuk meyakinkan diri dan keluarga, saya tetap melakukan SWAB PCR. Saya berencana melakukan di hari ke 13. 


Sabtu 10 Juli 2021

Bangun tidur berasa nyaman, memulai aktivitas seperti biasa, dengan vitamin suplemen lain. Keluhan kepala pusing sejak pagi sampai sore

11-13 Juli 2021 kondisi sudah membaik semua kecuali batuk ringan kl malam kadang masih (mulut berasa gak pernah berhenti berlendir meski dah gosok gigi berkali2)


13 Juli 2021 saya melakukan SWAB PCR di Prodia Wonogiri .selesai langsung pulang ke rumah lanjut ISOMAN (hitungan hari ke 14)


15 Juli 2021 pagi hasil PCR keluar :


Hasilnya CT masih 29.19. Artinya masih dapat menularkan meski rendah. Virus Belum bersih bener dan harus lanjut ISOMAN. Aku berusaha gpp. Dibuat Happy. Karena pendapat dokter, itu bisa saja bangkai virus. PCR tidak membedakan virus hidup dan mati.


Dr Warseno Ismunandar meminta saya ISOMAN lagi selama 3 hari yakni sampai tanggal 18. Total ISOMAN saya jika sampai tanggal 18 adalah 19 HARI, tapi saya selesai ISOMAN sengaja menghabiskan PPKM 1 yakni tanggal 20 Juli 2021.


Sejak beraktivitas, saya masih merasakan sesak nafas jika sore datang atau saat terlalu kecapean. Itu terjadi hingga tanggal 23 Juli 2021.


24 Juli 2021 bangun tidur aku sudah tidak merasakan sesak nafas. Hanya tidur mmg blm bisa selelap hari biasa. Hal ini kusadari bahwa berita kematian tersebab Covid-19 di sekitar saya masih tinggi. ini berpengaruh banget pada adanya gangguan emosi atau mental saya.


22 Juli 2021 Hari ini saya memproklamirkan saya adalah PENYINTAS COVID-19 dengan golongan Darah B. saya menegaskan pada Anda yang sehat, jaga protokol kesehatan. tubuh kita adalahg darah dan daging. kita bukan makhluk abadi. ikhtiar kesembuhan wajib dilakukan dengan pendampingan dan pengawalan dari Dokter keluarga atau tenaga kesehatan lainnya. 

Kita sudah kehilangan saudara, sahabat, tetangga, ulama, tokoh idola, yang berpulang ke Rahmatullah tersebab Covid-19. Covid-19 belum ada obat yang pasti. yang bisa kita lakukan adalah menghentikan peradangan, hidup sehat dan mencegah lebih parah.


Saran yang saya berikan pada anda yang sedang positif Covid-19 dan ISOMAN:

1. Tenang dan berpikir logis.

2. Mintalah pendampingan dari dokter, atau bisa lewat Halodoc, Jangan menjadi dokter bagi diri sendiri dengan mengandalkan ilmu praduga.

3. Jangan sembarangan minum obat yang tidak direkomendasi dokter.

4.Apabila Anda diberi saran berbagai obat herbal, konsultasikan dengan dokter.

5. Komposisi vitamin jangan berlebihan.

6. Perbanyak berdoa dan menghibur diri menonton tayangan yang menyenangkan.

7. Pandailah memilih dan memilah share video yang berisi saran pengobatan dan berbagai penanganan kadang justru membuat stress dan kurang istirahat. .

8. Saat nafsu makan berkurang, Indra pengecap dan penciuman turun, paksakan makan dengan membayangkan lezatnya saat tidak sakit. saran dokter kurangi gula dan lemak. 

9. Perbanyak konsumsi sayur dan buah.

10. Berjemur membelakangi matahari, antara pukul 09.00 s.d 10.00 WIB sekitar 15-30 menit, dengan mengusahakan matahari mengenaik kulit punggung dan tengkuk.


Saran yang saya berikan bagi Anda yang sehat :

1. Stop mengirimkan berita kematian pada teman atau saudara kita yang sedang terpapar.

2. Berhenti menyalahkan pasien.

3. Berikin video atau nasihat yang bersifat menghibur, bukan kalimat KASIHAN.

4. Pasien yang ISOMAN butuh makan cepat saji, bukan bahan makanan yang membuat mereka repot memasak.

5. Jika bantuan logistik (makanan) tidak dapat diberikan, berikan kepedulian dengan menanyakan kabar dan memberikan semangat untuk kesembuhan.

6. Covid-19 bukan aib, tapi penyakit yang disebabkan virus. jangan jauhi pasien apalagi mengucilkan. Bayangkan jika Anda atau keluarga Anda yang mengalami.

7. Jangan abaikan penyebaran Covid-19 dengan menguji kesaktianmu dengan melanggar prokes. sebelum waktu tak darpat ditarik lagi saat anda terpapar.

8. Berdoalah Anda tidak pernah mengalaminya, dengan terus menjaga diri.


Sampai hari ini, saya masih mengalami sesak nafas setiap sore. yah mungkin yang saya alami adalah long covid. virus sudah negatif, tapi dampak lain masih kualami. harus sabar kuar dan semangat untuk menjadi pemenang.


 Berikut saya sertakan foto jadwal ISOMAN saya :


Beberapa dokumentasi saya saat 20 hari ISOMAN














Berikut Sertifikat Vaksin saya




SEMOGA BERMANFAAT. 

Salam Sehat untuk Anda Semua !!


Related

PENDIDIKAN 171002024639919646

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item