MENARI DALAM KISAH

MENARI DALAM KISAH

Dr. Uswatun Hasanah


Gambar 1 : Cerpen Rumah Cahaya
Dokumentasi Pribadi
Cerpen    
   Berkisah pada hakikatnya adalah kemampuan bercerita secara verbal. berkisah adalah bagian dari kompetensi keterampilan berbicara, yang terkadang tidak dihargai sendiri oleh orang yang berkisah. kisah seseorang entah faktual atau fiktif, kita nikmati dalam karya sastra, baik prosa maupun puisi. berbicara tentang puisi, sering orang mengatakan gagal, karena diksinya tidak indah. apakah ini perkara yang sulit?. jawabannya "YA" pada orang yang sudah menilai dirinya tidak mampu. Sering orang lupa bahwa justru keindahan itu ada pada proses yang ia jalani. bukan hanya pada hasil akhir. 

    Bentuk berkisah kedua adalah menulis cerpen. cerpen adalah sebuah cerita pendek, yang mengambil sebagian kecil dari kehidupan seseorang yang dianggap paling penting atau paling menarik. Baiklah, coba kita uji apa benar semua orang tidak mampu berkisah dan dituangkan dalam bentuk cerpen, namun akan kita latih di akhir pembahasan ini.

    Sebuah alur cerita terdiri atas fase sebagai berikut :

Grafik 1 : 
Dokumentasi Pribadi


    Alur Cerita
   Secara normatif memang alur biasanya dimulai Eksposisi, yaitu pengenalan tokoh, tempat, perwatakan, suasana, dan lain-lain. Selanjutanya Pra Komplikasi yaitu, pemicu munculnya konfik. langkah selanjutnya Komplikasi, yaitu masalah-masalah mulai muncul dari berbagai sisi dan tidak hanya satu masalah saja. selanjutnya muncullah satu konflik atau Sense of Conflic yang bermuara pada satu konflik yang merupakan akumulasi dari konflik tersebut, hingga berdampak pada perubahan nasib tokoh utama.

langkah selanjutnya adalah Revelasi, yaitu masalah utama mulai terselesaikan dengan peristiwa-peristiwa yang menuju pada penyelesaian. langkah terakhir adalah Denoument atau Catastrofa yaitu akhir yang bahagia maupun akhir yang menyedihkan.         

 

Contoh Alur Runtut dalam Cerpen MUKIDI


             

MUKIDI
Oleh : Uus Abdullah

Perempuan bertubuh gempal berhidung mancung berambut pirang itu telah datang di kampung ini kira-kira 5 tahun yang lalu, saat aku masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sekarang ia masih menempati sebuah rumah yang kata ibuku rumah tak bertuan yang berada di ujung desa ini. 
Sempat sesepuh desa beserta beberapa pemuda kampung mengusirnya dari kampung ini, tapi entah mengapa tak berhasil membuat perempuan itu pergi. Justru sejak saat itu rumah tersebut malah ramai dikunjungi kaum Adam, baik yang tua maupun yang muda. Ada rumor yang sempat kudengar, katanya di rumah yang hanya berukuran 6x10 m itu dipakai tempat mesum, tapi ternyata tidak terbukti. Saat digrebeg polisi, ternyata ada acara pengajian kataman Alquran. Sempat juga kudengar dari ibuku kalau rumah itu dipakai para teroris merakit BOM, sehingga aku dilarang main kesana, nanti mati kalau BOM meledak. Tapi lagi-lagi belum terbukti semua..............

        Contoh Alur Klimaks:

 SAMPUR KEMATIAN

Uus Abdullah 

Tansah liwung atiku kayuyung esemmu soyo nambahi wangun 
Dasar ayu lencir kuning ora mokal atiku dadi komeng
Esemmu sethithik aku wis trimo Keno tak kanggo tombo
Kangenku rino wengi ora mokal atiku tan biso lali............

 Ingin kulempar selendang kuning bau kemenyan ini ke muka Tuan Karjo Wironggo. Namun yang terjadi tubuhku melenggok lemah gemulai menghampirinya. Ingin kucekik leher pria berkulit hitam legam itu. Namun lagi-lagi aku mengalungkan sampur megajaknya menari melenggok menikmati dekat dengan aroma tubuhku yang makin berkeringat karena bercampur aroma bir murahan yang nanggap aku di tayuban malam itu. Akupun tumbang dalam pelukan Tuan Margono, rentenir kaya setelah membayarku mahal pada Tuan Karjo Wironggo. Ya.... Aku dipakai arisan setiap sabtu kliwon...............

             

 Berdasarkan dua contoh di atas, sudah bisa dibedakan bukan pembandingnya?.  Langkah normatif di atas biasanya dialami pengisah atau penulis pemula. Pada perkembangannya alur peristiwa di atas dapat di bolak balik sesuai keinginan penulis untuk menambah keindahan sebuah cerita. Untuk lebih mendalami lagi bagaimana alur bisa dibolak balik, akan Anda temukan pada kekumpulan cerpen yang berjudul " Rumah Cahaya" Karya Uswatun Hasanah, yang memiliki nama pena "Uus Abdullah". Buku ini diterbitkan oleh penerbit Diomedia Kartasura. Pemesanan bisa melalui WA : 082232991991.



Gambar 2 : Dokumentasi Pribadi

Publikasi

    Untuk menambah semangat menulis dan momentum bersejarah saat terbit sebuah karya, penulis menggelar event akbar dengan menggandeng pejabat, praktisi pendidikan, penulis senior, penulis pemula, bahkan sampai ke peserta didik. salah satu contoh mendokumentasikan sejarah penerbitan saat peluncuran karya, dapat dilihat pada foto di bawah ini :

Demikian motivasi menulis cerpen yang dapat saya sampaikan, nah untuk mengetahui apakah Anda sudah mampu berkisah melalui cerpen, pilihlah satu pertanyaan di bawah ini, dan gunakan alur sesuai dengan kemampuan Anda:


Soal :

  1. Saat Anda kecil, usia 3 s.d 12 Tahun, pilih satu kisah hidup Anda yang paling berkesan dan sampai kapanpun takkan dilupakan. Ceritakan dengan runtut seakan Anda berkisah secara lisan pada sahabat Anda
  2. Saat Anda remaja, tentu pernah merasakan jatuh cinta. Ceritakan kisah jatuh cinta Anda yang  paling menarik dan takkan dilupakan selamanya.
  3.  Jika berbicara tentang idola, diantara kita pasti punya sosok panutan. Entah Ibu, Bapak, Artis,           Sahabat, dll . pilih salah satu diantaranya, dan ceritakan peristiwa menarik antara Anda dengan         tokoh idola tersebut.

Silakan tuliskan cerita anda atau pada komentar pada artikel saya ini..

          SELAMAT MENULIS...!!! 

     

 


 

 

 

















Related

SEKOLAH 5589364401803935460

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item