ELEGI PANDEMI

ELEGI PANDEMI

Dr. Uswatun Hasanah

          Foto 1: Dokumentasi Pribadi
(Taman Sekolah)

Menari dalam Corona, kelihatanya terkesan bahagia saat corona datang. Tak ada satupun manusia yang menyukai adanya wabah corona ini. Sebuah virus yang tidak ditemukan sebelumnya bahkan obatnya pun belum diketemukan, selain adanya vaksin pencegahan saja, Corona menyita perhatian publik karena mengambil saudara-saudara kami tanpa permisi dan tak peduli kaya miskin, pejabat, birokrat, maupun pendidik.

Air mata saja tak cukup hentikan semua. Doa saja tanpa usaha juga tak sempurna. Maka saya selaku kepala SMAN I Purwantoro, sejak Maret 2020 melaksanakan PJJ ( Pembelajaran Jarak Jauh) 100 %, mulai diskusi dengan Penggiat Literasi SMAN I Purwantoro. Sebuah karya bersama kita gagas dengan memanfaatkan segenap potensi dan kompetensi serta fasilitas seadanya untuk membuat dua buah karya yakni antologi puisi dan antologi cerpen.

        Sebuah kutipan puisi yang ada pada buku di atas dapat dibaca di bawah ini :

TAPI SUDAHLAH


Karya : Uus Abdullah


Gemerinting suara terdengar di bilik senyap

Aku lupa entah ini hari ke berapa

Seluruh sudut ruangan telah kuhafal pergerakannya.

Hingga yang akan terjadipun aku tahu sebelum tiba saatnya.

Aku jadi bisa mengembara kemanapun tanpa ada yang perlu kusapa sejak aku di bilik kaca.

Kulihat bumiku menatap fotoku di bilik tengah rumah.

Ayahku sibuk membaca tolak bala penghela duka.

Tetangga pun sibuk mengirim makanan untuk mereka.

Sapuan tangan pada leleh air mata mengering sia-sia

mengurungku tanpa aku tahu mengapa.

Pasukan berseragam hilir mudik memberiku penolak bala.

Aku pun heran karena aku tak merasa apa apa

Seribu tahu pun rasanya mampu kulalui tanpa mantra.

Pagi berikutnya aku makin dibuat terpana.

Mengapa mereka meraung seakan aku tak ada diantara mereka.

Sapaanku tak dipedulikan lagi oleh mereka.

Katanya aku mati karena Corona.


Proses kreatif ini dilakukan dengan langkah yang tak perlu mendatangkan guru maupun peserta didik. Seluruh proses dapat secara sederhana saya sampaikan disini :

1. Guru bahasa melakukan analisis KD yang materinya menulis puisi atau cerpen.

2. Menentukan indikator yang sejalan atau sama

3. Menentukan tema ( aktual)

4. Pembelajaran guru di kelas Pjj

5. Penugasan pada peserta didik mulai menyusun karya

6.,Pengumpulan tugas dan revisi

7. Pengembalian tugas dan pengumpulan ulang.

8. Finalisasi ( memilih karya yang layak terbit)

9. LAYOUT dan ISBN

10. Cetak.


Seluruh proses di atas tak lebih dari 2 bulan. Puluhan guru dan peserta didik berkontribusi dalam kegiatan ini. Senyum kepuasan dan kebahagiaan terpancar saat foto bersama. Bagaimana tidak bahagia, karya ini mendapat sambutan dari Prof. Dr. Sarwiji Suwandi (UNS), Dr. Abdul Wachid Bs (IAIN Purwakarta), dan penulis senior lainnya.

Foto 2 : Dokumentasi Pribadi
(Dua karya Kolaburasi)


 Kami berharap semoga apa yang kami lakukan memberikan inspirasi pada sekolah lain, maupun guru di satuan pendidikan.


Oleh : Uus Abdullah/2021




Related

SEKOLAH 2876727279838288482

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item