TIDAK

TIDAK

Karya: Uus Abdullah

Pernah aku berhenti di simpang jalan
Kulihat titik hitam bersulam emas
Ajakku melenggang tembus batas ruang
Dalam pencarianku menuju terang

Terhenyak dan terhentak gugusan putih berjarak
Terlihat jauh dan makin menjauh dari titik pijakan kaki
Berselimut pijaran bertahta tasbih memeluk hangat
Mengerdipkan mata tetes embun sejuk rengkuh kering jiwa

Aku berkata Tidak tuk sebuah makna yang tak tertera
Saat kubalik jiwa yang masih keruh dan lekat dahaga
Apa arti sebuah makna dan tetes air tanpa warna
Yang masih belum kumengerti dan inginkan lidi tuk mengeja

Tidak ! Karena aku ingin dimengerti
Tiada sanggup langkah ini mendaki terbang ke arah sana
Tanpa kepak sayap burung pipit yang megah sempurna
Karna raga tanpa jiwa,adalah permata tak bermahkota

Lalu kemana mahkota itu mengembara
Setelah penjuru dunia kutelusuri dengan seksama
Hanya terpampang tembaga pucat tak berwarna
Yang kupastikan hanya akan menambah perih tiada berkesudahan

Dan aku tetap berkata tidak untuk ketidakpastian
Karena aku memiliki sayap kecil berkekuatan cinta
Dan kupastikan kumampu kayuh sampai dermaga
Saat kumampu daki sendiri tanpa harus hutang jasa
Yang senantiasa kau sebut itu kekuatan cinta

Akupun masih tak percaya
Keruh mata ini pun mampu mengeja
Mana ketulusan dan mana keinginan
Biar kutelusuri riak gelombang dermaga hidup
Biarpun bersayap kecil berparuh mungil
Karena aku percaya adanya keadilan
Bagi setiap insan yang melangkah dengan keikhlasan......

Lelaplah kau dalam ketidakpastian...
Tenggelamkanmu dalam hidup tak berujung
Tapak kaki arogansi tak terbukti
Dalam kesunyian jiwamu yang sungguh kerdil....
Dan sungguh tiada mengerti akan apa yang kau jalani...


Purwantoro, 25 November 2014
saat aku bingung musti tertawa atau berenang dalam lautan kecewa




Related

sastra 5839871730146165799

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item