SURGAKU

Surgaku
Karya: Uus Abdullah

Tak pernah Ia mengeluh 
Ufuk subuh usap peluh diantara kepul asap tungku 
Penuhi perut perut berdendang jika fajar berkumandang 

Tak pernah kulihat Ia mengaduh 
Saat ujung pisau mengikis tipis ujung jemari lentik 
Tuk siapkan tumis kangkung beraroma kampung 
Tak pernah jua surgaku berhitung 
Ratusan bahkan ribuan jam seumur hidupnya jadi kuli cuci tumpukan baju dekil 
Atau menutup hidung mencium aroma pesing anak anaknya 

Tak pernah Ia berkata 
Mana bayaranku atas pengorbanan 
Karena semua dilakukan atas nama ikhlas 
Meski itu bukan kewajiban 
Sebagaimana orang Jawa mengatakan 

Seorang ibu bernyali besar dan berotot tabah 
Bernafas ikhlas berkerudung setia 
Berdiri sendiri menghadapi maut 

Ia bukan sapi perah 
Bukan pula kerbau pembajak sawah 
Ia malaikat bagi jiwa jiwa lelah 
Dan selimut hangat anak anaknya hingga nafas terhenti seketika 

Kemana lagi kau kan melihat kehebatannya 
Saat masih melihat tubuh meringkuk tanpa ucapan terimakasih 
Pun sebuah tawaran menghargai arti pengorbanan

Related

sastra 7248583152045273467

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item