MAAF

Maaf

Uus Abdullah

Tinta hitam itu telah kau tuang tanpa perhitungan 
Membungkus seluruh bilah hati yang tulus mencinta
Tak kau sisakan sepincing mata pun tuk ruang terlihat
Seperti sampah busuk tak bernama

Ya.. Aku telah mencinta
Pada sandaran yang makin rapuh menjauh
Hempaskan putik tulus pada rendah lembah tak bernama
Tak tampak lagi olehmu peluh ini berganti darah

Derang genderang bergelontang tak berselang
Sebungkus hati makin menendang dan meradang
Sisa putaran waktu makin menggesek urat kelopak mata
Tersungkur dalam kubang ceceran angka yang tersisa
Maaf


Related

sastra 1371451823898333708

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item