Hilang Berkubang Musim

Hilang Berkubang Musim 
Karya: Uus Abdullah


Membaca legenda cerita tua 
Ditepi jalan alang-alang mengibas putiknya 
Saat pagi menggeliat julurkan lidah api 
Berkaca aku pada rona legenda sebuah kitab 

Gulungan pertama terlukis sebuah peta 
Yang tak kutahu apa maknanya 
Hanya garis berkelok menuju sebuah kota 
Gulungan bercorak sapi benggala kugulung dengan murka 

Gulungan kedua telah berganti musim 
Bujur-bujur panah tergores disana 
Panah bisu tanpa suara 
Hanya tanda arah yang lagi-lagi tak tahu maknanya 

Gulungan ketiga pun bergeser musim 
Tergambar sesosok mayat membujur beku 
Mata melotot kaburkan keberanian 
Tampak barisan rajah hiasi mayat tak bertanda 

Gulungan empat kembali kueja 
Lewat musim yang engan lagi aku hitung 
Hey.. Mayat itu telah berdiri 
Lanjutkan perjalanan ke arah panah gulungan dua 
Namun kali ini ia tak diam 
Mulutnya komat kamit persis dukun beranak merapal mantra 
Sambil terseok-seok mencoba menghapus tetes darah 

Musim terakhir telah menghampiri 
Gulungan kelima kubuka lewat celah dinding mengatup tak sempurna 
Kitab pemberi tanda membuka tanpa kupinta 
Seorang penunggang kuda melesat merengkuhku dalam gulungan kitab terakhir legenda Aku mati dalam sia-sia 
Karena aku terlambat membaca tanda

Related

sastra 3514794602617929505

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item