Doa senja Si Burung Pipit

Doa senja Si Burung Pipit

Karya: Uus Abdullah

Perempuan paruh baya menyandar pada tuas ruas meja tak berkesudahan
Entah apa yang dipikirkannya
Letihnya seakan terkubur dalam ketidakpuasan

Setahun yang lalu ia masih menari pada meja pencucian penuh senyuman
Mungkinkah ia tak temukan pena di sana? 
Mengikat ruas jari gulirkan satu demi satu sebuah pinta

Sepercik tinta menggores kegelisahan tak berujung
Apa yang dicari di dunia ini selain keselamatan
Lewat doa tak terputus di cekat malam
Mereka angka sampai kapan bisa  buka mata di dunia
Ragapun makin renta tak terkata

Bukankah pena dan tinta tak terpisah? 
Sermentara semua kertas telah terisi nama
Tenghitungkah sebagai bekal di alam baka
Tanda  pun enggan bercerita lagi seperti dulu
Paruh pipit jadi beku tak terbuka lagi

Dibalik batu prasasti berlumut dan berdaki
Makin beku dan tak terkikir lagi
Pudar menghitam tak berbentuk
Pengembaraan tak berujung dapatkan lagu makna hidup
Terseok dintara gumplan kertas yang katanya lebih bernilai

Sujud senja makin dalam memahat kening
Setumpuk proposal telah kuajukan pada pemilik ketentuan
Berharap kabulkan pengharap perempuan paruh baya
Meski mungkin bagi-Mu tak layak karena sllu meminta. 
Aku yakin ampunan-Mu tak terbatas  tepi dunia. 



Related

sastra 4127481906222750220

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item