DIAM

DIAM

Karya : Uus Abdullah

Batu kecil runcing ini masih saja ada disini
Di tepi sungai yang selalu jadi muara letihku
Kecil...ya... dan runcing berlumut Selalu disitu..
tanpa pergerakan sama sekali

Kala kugeser dengan deras air mata
Batu itu hanya bergerak menggeliat
Hey..... ternyata kau tak jua bergeser
Menatapku sekali selayaknya memiliki nurani
sekali... dan tak pernah lagi..

Sakit..sangat..kala tapak kaki ini bersentuhan
Tidakkah kau ingin bangkit dari diammu
tiada juakah kau merengkuhku dalam makna adamu
tak letihkah kau jadi rasa "sakit" penjaga adamu
atau cukup kau berpuas jadi tonggak penanda bahwa kau ada
atau selamanya aku harus beralas kepalsuan tanpa sakit

Deras air sungai bak anjungan yang baru bisa kunikmati dalam dendam pengalihan
Tiada mampu bangkitkan gairahmu tuk bersihkan diri
Agar kau tampak megah berkilau di tepi sungaiku
Hilangkan penat lebih saat ku pulang mengayuh....
Tak inginkah kau lihat kusenyum?

8 September 2015









Related

sastra 2413812272217228831

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item