CERITA SEPATU LUSUH

Cerita Sepatu Lusuh 

Karya : Uus Abdullah

Sepatu itu masih disana 
Mandi peluh dan kering musim kemarau 
Beberapa musim tak tersentuh 
Berdiri lesu lewati tujuh purnama dan mereka pun lupa 
Berapa musim sudah mengetuk 
hanya bergeser oleh bersin langit pengaku raja 

Bisikan cerita masih terdengar 
Mulut menganga belepot debu 
Mereka saksi pemilik kedai kopi 
Yang terborgol tanpa sempat lagi permisi 

Ya.. mereka telah berkhianat 
Menyelinap masuk ke bilik polisi 
Lepas urat nadi negosiasi baru 
Lewat datangnya wanita seksi penjual jamu 
Meracik kisah menggelar cerita baru 

Aku makin berbau tengik 
Kian lapuk rapuh dan tak menarik 
Dinding selimutku makin bersisik 
Aku akan mati menyimpan misteri 
Terbelinya majikanku oleh penjual jamu anti nyeri 

Pengadilan tak mungkin jadikanku saksi 
Karna tak mampu kubayar harga transaksi 
Kami masih melihat adanya negosiasi 
Majikan kami diujung hukuman mati 
Tak boleh jujur jika masih ingin menjual kopi' 

Kami masih mengamati 
Pedagang kopi telah dibeli 
Tampa sempat menghela nafas membela diri 
tuk bayar pembebasan bakul jamu anti korupsi 

 Sepasang sepatu menatap pedih 
Menunggu panggilan saksi di ketentuan panjang 
Dalam peradilan tak kunjung datang 
Nafaspun tersengal saat banjir tenggelamkan kami 
Karna tak mampu buat tanggul pelindung diri 
Edisi Mang Karto makin mengangkasa sebagai profesi

Related

sastra 3321766653144070491

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item