CANGKIR

CANGKIR 
Uus Abdullah
Sumber : https://images.app.goo.gl/Q8RuV4s4J1iu28Yr6

Sebuah cangkir retak bergantung pada tiang setengah
Kutanyakan sampai kapan ketidakberdayaan ada padanya
Retak secuil telah melemparmu pada tiang pesakitan
Sementara sekujur tubuhmu lain utuh berukir hias masa lalu

Pada ujung badanmu tampak jelas guratan perjalananmu
Menjadi pelayan kesepian sang tuan yang tak pernah sediktpun mengajakmu bicara
Adamu adalah pelengkap, yang tersisih kala sepi telah terhempas
Kamu hanya diam, sembari menunggu semut menjilati mulutmu tak tersisa

Kemarin kau bercerita lewat gelombang hitam bergaris abu
Kamu rindu pada suara bualan janji tuanmu lewat telepon genggam
Sesaat tawa menggema, dan berganti tangis pada saluran berbeda
Sesekali diantara bualan itu, kau disentuh tuk tuang semangat bualan palsu yang lain

Hingga suatu senja sebuah tangan kekar menghentak kuat pada ujung meja
Membuatmu tak siap hadapi rasa sakit beradu dengan lantai marmer
Bahumu terluka, hatimu sakit, retak tak terperikan
Andai kau mampu berbicara sesaat
Sebelum akhirnya kau dilempar di bak sampah tanpa terima kasih

Related

sastra 7914735319243904339

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item