BUIH

BUIH
Uus Abdullah

Bah..akan mau kau kemanakan sebelah mataku
Tak mau aku kau bagi pandanganku dengan bilik sebelah
Pun meski hanya mata saja yang kau bawa
Karna mataku dimasanya kan mengajakku melangkah
Mataku tak kau beli dengan selembar kertas
Tak jua kugadai pada nafsu ambisimu tuk ditemani
Sebelah matamu cukuplah tuk sesatkan kamu bersama amarahmu
Tak cukupkah dua mata merahmu puaskanmu pada hidupmu
Buih kelopak mata bergulat dengan pupil yang enggan beranjak
Slalu kau paksa mengikuti arah sesat penuh kencokakan
Bukankah harusnya kau hapus buih kesesatan itu
Dan gandeng melaju ranum harum janjimu pada Tuhanmu
Lagi-lagi kau berkacak pinggang berteriak lantang ujarkan kebenaran
Atas nama imam dan pemimpin dinasti kepalsuan
Tarik paksa pupil mataku yang mulai berbuih dan terus melawan
Otak dan hatiku terus bergulat dengan maumu
Mataku Lelah, mataku memerah, mataku meradang, mataku beramarah
Tak lelahkah kau mengorek-orek pupil mataku yang mulai kabur sebelah
Pada akhirnya mataku menyerah, bukan pada nafsumu
Tapi pada kematian dalam ketauhidan bukan pada nafsu amarah sesatmu


Related

sastra 2508646809782030896

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item