BILANG APA

BILANG APA

Apa harus kubilang
Apapun tiada terbilang lagi
Apa yang harus kulukis
Dalam selembar kanvas hitam dengan tinta hitam
Bilangan apa dalam kantong Ɣğ kau tawarkan
Saat kau bilang bilangan nol penuh makna
Yang kulihat hanya kantong kusam yang kau sebut indah pada saatnya
Yang kupandang tak lebih dari rajutan benalu tiada terputus
Beraroma anyir berbau busuk penuh ulat berbulu dan bertanduk
Dan masih dengan ocehan murahan tentang cahaya
Dan kau pun masih berbilang tunggu saat menetas
Bilangan nol
Bilangan nol dalam kantung benalu
Hanyalah seonggok tubuh bernyawa tanpa rasa
Berbedak tebal bergincu kebohongan
Tebarkan asap hitam menyesak menghimpit dada
Yang hanya mampu torehkan luka
Yang hanya bisa cetak air mata
Yang hanya dapat berkata kekokohan semu
Sejak bilangan nol hingga bilangan nol
Aku masih bersabar menunggu bilangan nol menetas
Dalam hitungan waktu yang sering kulupakan
Pura-pura Lupa akan sakit itu,berkilah lupa akan luka itu
Bahkan lupa saat kau bilang bilangan nol kan bertambah satu
Dan satu itu masih tetap bilangan "NOL"
Ngawi, 27 April 2014



Related

sastra 942385472062713364

Posting Komentar

emo-but-icon

follow us !

Trending

item