MANTRA

MANTRA Karya : Uus Abdullah Menatap pada ruas-ruas bingkai bertahta mahkota  Kau sebut tameng hidup menghindar lapar  Pada lenggokan ujung p...

MANEKA

MANEKA Karya : Uus Abdullah Terompet berlubang sebelah telah berteriak  Jejali penidasan dan hapus kemanusiaan  Angkara murka bergenderang p...

MAKAM MENGAPUNG

MAKAM MENGAPUNG Karya Uus Abdullah Aku butuh penghapus tuk menghalau bayang itu Aku butuh pohon berakar kuat tuk letakkan jenuhku Aku butuh ...

LONCENG RAYAP

LONCENG RAYAP  Karya : Uus Abdullah Lonceng gemeronceng berdentang  Menggelayut menarik paju laju tengadah kepala  Menundukkan nafsu angkara...

LEBUR DALAM RENGKUHMU

LEBUR DALAM RENGKUHMU Karya: Uus Abdullah Bertabur peluh diantara lenguh nafas tanpa batas  Tercekat gejolak birahi rindu pada birumu Masihk...

LOLONGAN BANGKUNG

LOLONGAN BANGKUNG  Karya Uus Abdullah Gending gending Slendro  Menduduki tetembangan kutukan malam pungkasan  Peniti menari menggapai notasi...

KIDUNG PENARI SEPI

Kidung Penari Sepi  Karya : Uus Abdullah Siapa bilang ada rindu yang berbatas  Jika jemari berbaris saling kait mengikat rasa  Siapa bilang ...

KIDUNG IBU JARI

Kidung Ibu Jari  Karya : Uus Abdullah Diam tak henti berkedip  Memicingkan mata sibak takdir jelang senja  Ujung jari saling melirik  Jajara...

KEDAI SUARA

Kedai Suara  Karya : uus Abdullah Kedai penjual Konspirasi Dari shampo hingga pemanis kopi  Dari cabai hingga garam bergaransi  Kami melayan...

SURGAKU

Surgaku Karya: Uus Abdullah Tak pernah Ia mengeluh  Ufuk subuh usap peluh diantara kepul asap tungku  Penuhi perut perut berdendang jika faj...

Hilang Berkubang Musim

Hilang Berkubang Musim  Karya: Uus Abdullah M embaca legenda cerita tua  Ditepi jalan alang-alang mengibas putiknya  Saat pagi menggeliat ju...

GELEMBUNG RAHWANA

Gelembung Rahwana  Karya: uus Abdullah Seorang penari tertelan gelembung penebar angkara  Ia menggigit menerjang dan memporakporandakan perh...

GERIMIS PERTAMA USIA SENJA

GERIMIS PERTAMA USIA SENJA  Karya: Uus Abdullah Gerimis menggelitik di kebisuan petang hari  saat harap bergantung lesu di daun pintu  Kutan...

follow us !

archive